Skip to content
··3 menit baca

Iklan display online di Singapura

Saya membahas cara memaksimalkan display advertising di Singapura, dari format banner dan model pricing hingga strategi targeting agar kampanye lebih efektif.

Posting ini ditulis pada tahun 2007. Beberapa detail mungkin sudah berubah sejak saat itu.

Kembali lagi bersama saya, Chandler.

Hari ini saya senang karena beberapa pembaca mengatakan konten blog ini cukup berguna dan komprehensif untuk topik tertentu. Karena banyak juga pembaca yang benar-benar baru di industri ini, mereka mengingatkan ada konsep yang perlu saya jelaskan lebih sederhana. Masukan ini sangat saya hargai.

Topik hari ini adalah Online Display Advertising. Meski blog ini berfokus pada Search Engine Marketing, display tetap tidak bisa diabaikan sebagai salah satu channel utama dalam solusi digital advertising.

Yang dibahas: 1. Apa itu online display advertising? 2. Kondisi display advertising di Singapura. 3. Cara memaksimalkan hasil kampanye display.

1. Konsep online display advertising

Secara sederhana, Display Advertising merujuk pada iklan banner, baik online maupun offline. Untuk konteks online, artinya memakai banner statis atau dinamis di website target untuk menyampaikan pesan ke target audience.

Kunci utamanya adalah apakah traffic yang didapat benar-benar tertarget.

Untuk ukuran/format banner online, contohnya:

  • Leaderboard/Super: 728x90
  • Skyscraper: 120x600
  • Wide skyscraper: 160x600
  • Rectangle: 180x150
  • dan seterusnya

Selain banner statis, ada juga rich media interactive formats, serta format video di beberapa situs.

Dari sisi pricing, display biasanya memakai CPM (cost per 1.000 impressions). Untuk Google, modelnya bisa CPC atau CPM. Perlu dicatat: Google tidak menampilkan banner di Google.com; banner tersedia di situs dalam Google content network.

Sebagian media owner juga menawarkan harga flat bulanan untuk posisi tertentu, bukan CPM/CPC.

Hal penting lain: pastikan Anda tahu apakah placement berbagi slot dengan pengiklan lain (share of voice/SOV). Contoh, jika satu posisi berbagi dengan dua pengiklan lain dan iklan Anda tayang 30% waktu, maka SOV Anda 30%.

Di posisi premium, tayang 100% sering terlalu mahal, jadi pengiklan biasanya memilih 10%, 20%, 30%, 40%, dan seterusnya sesuai budget.

2. Display advertising di Singapura

Di Singapura, properti yang dikenal luas saat itu misalnya: Yahoo, MSN, ESPN Soccernet, AsiaOne, HardwareZone, eBay, Friendster, Streetdirectory, dan lainnya.

Namun akan kurang tepat jika pengiklan merasa pilihannya hanya situs-situs besar itu. Ada banyak publisher lain yang juga menawarkan inventory display. Pengiklan sebaiknya riset lebih luas dan meminta opsi dari beberapa interactive agency.

Alternatif lain: bekerja dengan agency/network yang punya jaringan situs sendiri, sehingga Anda punya satu titik kontak untuk menayangkan iklan ke banyak situs sekaligus. Model ini memang lebih sulit ditemukan, tetapi sering lebih efisien karena Anda tidak perlu mengelola banyak publisher satu per satu.

Dalam banyak kasus, network yang netral juga bisa memberi rekomendasi lebih objektif dibanding sales house yang hanya menjual satu properti.

Secara umum, display advertising di Singapura tumbuh cepat. Salah satu sebabnya, konsep banner relatif mudah dipahami pasar. Di saat yang sama, marketer mulai melihat efektivitas kombinasi kampanye offline dan online.

Untuk konteks industri, Anda bisa melihat artikel tentang AdRelevance di Singapura dari Nielsen//NetRatings.

3. Cara memaksimalkan solusi display advertising

Semuanya dimulai dari mindset pengiklan. Daripada hanya membeli placement standar di homepage besar, pikirkan strategi berikut:

  • Definisikan target audience secara detail (usia, gender, status, income, perilaku online, dll.).
  • Cari situs atau kelompok situs dengan demografi yang sesuai target Anda.
  • Sinkronkan kampanye display online dengan kampanye offline (ATL).
  • Tetapkan objective kampanye dan KPI evaluasinya sejak awal.
  • Pilih format iklan yang paling sesuai dengan objective.
  • Pastikan objective bisa ditrack (sales, leads, engagement, dll.).
  • Banyak kampanye display perlu dikombinasikan dengan PPC/search, karena user bisa melihat iklan hari ini tapi baru search brand beberapa hari setelahnya.
  • Gunakan tracking yang bisa membedakan user yang langsung klik banner vs user yang datang belakangan via search setelah sebelumnya terpapar banner.

Ini penting untuk analisis ROI. Tanpa tracking yang kuat, pengiklan sering menyimpulkan display "tidak menjual", padahal display bisa berperan besar dalam membangun exposure yang akhirnya mendorong konversi di channel lain.

Saya masih punya beberapa poin tambahan, tapi sekarang sudah lewat jam 1 pagi. Untuk post pengantar ini, saya cukupkan dulu.

Penjelasan lebih dalam soal hubungan hybrid antara SEM dan display berada di luar cakupan tulisan ini. Tujuan saya di sini adalah membuat pengiklan aware bahwa hubungan tersebut nyata dan penting.

Selamat malam, Chandler

Lanjutkan Membaca

Perjalanan Saya
Terhubung
Bahasa
Preferensi