Skip to content
··1 menit baca

Sinergi antara iklan offline dan iklan online

Studi Deloitte menunjukkan iklan offline terasa lebih tidak mengganggu, sementara digital unggul dalam mendorong traffic dan ROI. Kuncinya bukan memilih salah satu, tetapi menggabungkan keduanya secara strategis.

Posting ini ditulis pada tahun 2007. Beberapa detail mungkin sudah berubah sejak saat itu.

Halo teman-teman,

Hari ini saya baru membaca artikel ini: "print and digital need not to compete" dan menurut saya cukup bermanfaat.

Intinya, menurut studi Deloitte & Touche, responden di AS menilai iklan Above the line (offline) lebih tidak mengganggu dibanding iklan online.

Salah satu penyebabnya bisa jadi karena orang sudah lama terbiasa dengan berbagai bentuk iklan offline, sementara pada channel online, penggunaan banner maupun dynamic banner di sebagian portal cenderung berlebihan.

Silakan lihat gambar berikut:

Deloitte survey on print and online advertising intrusiveness

Seperti yang terlihat, jumlah respondennya 2.200, yang berarti cukup representatif.

Namun saat membahas kemampuan mendorong traffic ke website pengiklan, atau ketika kampanye fokus pada Return on Investment (ROI), media online secara umum adalah pilihan yang lebih efektif. Dan ini sangat masuk akal.

Survey showing online ads drive people to website

Survey showing online ads yield higher ROI

Survei ini memperlihatkan secara jelas adanya sinergi antara iklan ATL (offline) dan iklan online.

Gagasannya sejalan dengan yang saya sampaikan sebelumnya: marketer perlu memakai pendekatan yang lebih holistik, yaitu memadukan channel offline (beragam) dan channel online (juga beragam) agar tujuan kampanye tercapai.

Sejauh ini, saya belum menemukan artikel sejenis yang secara khusus membahas pasar Singapura.

Namun, artikel di atas tetap bisa dipakai sebagai acuan arah umum, yang mudah-mudahan akan diikuti oleh para marketing manager dan marketing director di Singapura dalam waktu dekat.

P.S: Maaf untuk jarak antar gambar, sepertinya Blogger sedang bermasalah.

Lanjutkan Membaca

Perjalanan Saya
Terhubung
Bahasa
Preferensi