Skip to content
··3 menit baca

Checklist Google AdWords untuk Singapura dan Asia Tenggara

Saya menyusun checklist Google AdWords khusus konteks Singapura dan Asia Tenggara agar pemula terhindar dari kesalahan mahal seperti salah mata uang, setting timezone keliru, atau content network aktif tanpa sengaja.

Posting ini ditulis pada tahun 2007. Beberapa detail mungkin sudah berubah sejak saat itu.

Halo teman-teman,

Saya kembali lagi dengan post baru :)

Tulisan ini untuk Anda yang benar-benar baru menggunakan Google Adwords dan ingin mencoba menjalankannya sendiri.

Pertama-tama: inisiatif yang sangat bagus. Salut. Karena itu saya menyusun dokumen berikut: Google Adwords Checklist v1.0

Sebelum mulai, saya tetap menyarankan Anda membaca cepat Google Adwords Learning Center.

(Checklist ini berlaku untuk keyword-targeted campaign)

1) Nama campaign dan ad group

Gunakan nama yang bermakna, jangan "campaign 1" atau "campaign 2". Pakai nama deskriptif agar struktur account mudah dikelola.

2) Geo location & language campaign

Setiap campaign punya target lokasi dan bahasa sendiri. Artinya semua ad group dan keyword di dalam campaign itu menarget audiens geografi yang sama. Rencanakan strukturnya sejak awal.

3) Google Content Network

  • Pastikan Anda tidak menyalakan content network tanpa sengaja (default campaign baru biasanya aktif).
  • Ini bukan berarti content network jelek; ada campaign yang justru efektif bila khusus berjalan di sana.
  • Tetapi untuk pemula, content network butuh teknik tambahan, jadi biasanya saya tidak rekomendasikan di tahap awal.

4) End date campaign

  • Pasang tanggal selesai campaign. Default Google biasanya tanpa end date.
  • Anda tentu tidak ingin iklan berjalan terus-menerus dan menghabiskan budget tanpa kontrol.

5) Daily budget

  • Pastikan angka daily budget masuk akal.
  • Jika budget bulanan $3.000, maka daily budget kira-kira $100.

6) Mata uang campaign

  • Perhatikan Anda membayar Google dengan mata uang apa (USD atau SGD).
  • Setelah diset, mata uang biasanya tidak bisa diubah, dan ini bisa menyulitkan pelaporan/internal tracking.

7) Time zone

  • Jika Anda di Singapura, set time zone ke Singapura.
  • Salah timezone akan membuat report meleset (misalnya pakai US time yang tertinggal 12+ jam).

8) Keyword bidding > bidding option

Anda bisa memilih:

  • Maximum CPC: tetapkan biaya maksimum per klik/impression.
  • Preferred CPC: tetapkan rata-rata biaya target, sistem akan menyesuaikan bid.
  • Budget Optimizer: tetapkan budget 30 hari, lalu sistem mengelola bid untuk jumlah klik maksimum.

Untuk pemula, saya tidak menyarankan Budget Optimizer. Antara Maximum CPC dan Preferred CPC, saya cenderung sarankan mulai dari Maximum CPC, terutama jika belum memakai automated bid management tool.

9) Ad scheduling

  • Anda bisa mengatur hari/jam tertentu untuk menayangkan iklan.

Untuk pemula, sebaiknya dipakai hanya jika benar-benar paham implikasinya. Fitur ini sangat powerful bila dipadukan dengan web analytics.

10) Position preference

  • Fitur ini tersedia bila bidding option menggunakan Max CPC.
  • Anda bisa mengatur preferensi posisi tayang iklan.
  • Posisi tetap tidak dijamin.

Untuk user baru, saya sarankan tidak perlu dipakai dulu.

11) Ad serving

  • Pilih antara Optimize atau Rotate, yaitu apakah Google mengutamakan iklan dengan CTR/Quality Score lebih baik atau memutar tayang lebih merata.

Untuk pemula, boleh biarkan default dulu sampai lebih familiar. (Hint: dalam banyak kasus saya memilih Rotate.)

12) Conversion tracking dan Google Analytics

  • Bahkan saat baru mulai, sebaiknya langsung pasang conversion tracking.
  • Pengukuran performa iklan itu krusial.
  • Di awal Anda mungkin belum sepenuhnya paham semua angkanya, tapi data historis yang terkumpul akan sangat berharga saat kemampuan analisis Anda meningkat.

13) Keywords

  • Ini seharusnya jadi poin paling atas karena keyword adalah konsep inti.
  • Di sini saya asumsikan Anda memakai keyword-targeted campaign, bukan site-targeted.
  • Rule of thumb: punya keyword sebanyak mungkin, tetapi dikelola sistematis.
  • Kesalahan umum: mencampur keyword yang tidak relevan dalam satu ad group.
  • Strategi keyword tingkat lanjut ada di luar cakupan post ini.

14) Keyword generation tool

15) Creative / ad text

  • Creative sama pentingnya dengan keyword.
  • Uji variasi ad text sesering mungkin.
  • Gunakan bahasa lokal saat beriklan di Indonesia, Thailand, Filipina, atau Vietnam.

Untuk sekarang itu dulu, teman-teman. Cheerio!

Lanjutkan Membaca

Perjalanan Saya
Terhubung
Bahasa
Preferensi