Google meluncurkan ad serving gratis
Google Ad Manager versi gratis terlihat sederhana di permukaan, tetapi secara strategis membuka peluang Google menguasai data dan alur transaksi iklan dalam skala internet.
Posting ini ditulis pada tahun 2008. Beberapa detail mungkin sudah berubah sejak saat itu.
Ya, Google lagi.
Rabu lalu seorang teman bertanya apakah saya tahu Google Ad Manager sudah dibuka untuk beta testing. Waktu itu saya bahkan belum tahu produknya.
Setelah saya pelajari, ini langkah strategis yang sekaligus cukup "menyeramkan": Google menawarkan teknologi ad serving secara gratis.
Sebelumnya, kita biasanya membayar vendor seperti DoubleClick, Atlas, dan lainnya untuk kebutuhan ini. (Lihat juga Ad serving).
Google Ad Manager saat itu menawarkan fungsi dasar ad serving seperti:
- inventory management
- yield optimization
- ad targeting
- trafficking, ad delivery, order booking
- creative & rich media management
- reporting
- account administration
Secara fitur mungkin terlihat "basic", tetapi implikasi strategisnya besar.
Jika adopsi luas terjadi, Google berpotensi mengontrol porsi sangat besar dari internet advertising workflow.
Jeff Jarvis menulis bahwa Google Ad Manager bisa menjadi komponen penting dalam menciptakan jaringan terbuka, di mana situs mana pun bisa menerima iklan apa pun, dan advertiser bisa membeli di mana pun.
Dari New York Times: publisher tetap bisa menjual inventory sendiri, dan slot yang tidak terjual bisa diisi via AdSense.
Di balik layanan gratis ini, Google juga berpotensi mengakses banyak sinyal penting:
- conversion information
- perilaku pengguna lintas situs
- post-impression data
- post-click data
- format rich media yang paling sering dipakai
- performa tiap format
- berapa publisher memperoleh revenue
- berapa advertiser membayar (dan potensi gap pricing)
- dan banyak lagi
Pada fase itu, data ini tetap dipegang Google sendiri.
Dengan makin banyak advertiser kecil memakai conversion optimizer, CPA model, dan Ad Manager, Google bisa makin memahami:
- willingness to pay advertiser
- willingness to sell publisher
- jenis conversion lintas situs
- pola perilaku internet user
Dari perspektif saya saat itu, permainan search sudah nyaris selesai. Dan jika Google bergerak agresif di display dengan platform gratis untuk advertiser/publisher, maka sangat mungkin Google menjadi "nerve center" digital marketing.
The end is near...




