Google Ad Planner dalam Konteks SG dan SEA
Google Ad Planner yang gratis terdengar revolusioner untuk media planning, tapi dengan hanya 250 situs yang tercakup dan pemain besar seperti Yahoo hilang, inilah kenapa alat ini kurang memadai di Singapura.
Posting ini ditulis pada tahun 2008. Beberapa detail mungkin sudah berubah sejak saat itu.
Halo teman-teman,
Ini bukan tool yang "baru" sebenarnya. Sudah dalam beta launch sejak Juni 2008. Namun, seperti biasa, saya belum melihat banyak postingan blog yang membahas bagaimana Google Ad Planner bisa digunakan di Singapura atau SEA. Maka niat dari postingan ini.
Pertama-tama, apa itu Google Ad Planner?
Google Ad Planner adalah alat media planning gratis yang bisa membantu kamu:
- Mengidentifikasi website yang kemungkinan akan dikunjungi target audience kamu
- Dengan mudah membuat media plan dan mendapatkan statistik yang relevan
Pada dasarnya, Google Ad Planner "menggabungkan informasi dari berbagai sumber, seperti data pencarian Google yang diagregasi, data Google Analytics anonim yang opt-in, data panel konsumen eksternal yang opt-in, dan riset pasar pihak ketiga lainnya" untuk menghasilkan informasi tentang berbagai website di internet. Informasi tentang situs yang Google sediakan meliputi:
- Unique Visitors/bulan
- Pageview/bulan
- Reach di wilayah tertentu
- Gender
- Usia
- Pendidikan
- Pendapatan rumah tangga
- dll...
Informasi-informasi ini cukup banyak adalah apa yang dibutuhkan media planner biasa untuk membangun plan-nya.
Secara tradisional, informasi ini Tidak gratis. Kamu harus berlangganan ke perusahaan yang menyediakan competitive intelligence seperti HitWise, comScore atau Compete. Namun, Google sekarang mencoba menyediakan informasi ini secara gratis.
Kedua, Bagaimana cara menggunakan Google Ad Planner?
Untuk menggunakan Google Ad Planner, kamu pertama-tama perlu mendaftar karena masih dalam beta testing. Setelah itu, pergi ke www.google.com/adplanner dan login menggunakan detail kamu. Sisanya cukup straightforward karena interface-nya cukup intuitif. Memungkinkan kamu melakukan riset tentang wilayah tertentu, menemukan website yang kemungkinan dikunjungi audience-mu dan menyimpan media plan-mu. Silakan merujuk ke gambar di bawah untuk informasi lebih lanjut:
Kamu bisa bermain-main dengan mendefinisikan audience menggunakan menu di sebelah kiri atau zoom in ke situs tertentu menggunakan ikon di sebelah nama situs.
Bagaimana cara memotong dan memilah informasi terserah imajinasi kamu. Perlu diperhatikan bahwa kamu bisa membandingkan situs yang berbeda satu sama lain, melihat tren untuk setiap situs dll... Untuk semua hal di atas, silakan cari-cari online dan kamu akan menemukan postingan saya yang ditulis tentang cara menggunakan Google Ad Planner. Saya akan fokus pada komentar saya tentang Google Ad Planner dalam konteks Singapura dan SEA.
Ketiga, Apakah Google Ad Planner bagus di Singapura dan SEA?
Nah, ide di balik Google Ad Planner itu brilian! Seperti yang diharapkan dari Google, setelah menaklukkan dunia search engine marketing, Google secara agresif bergerak ke dunia Media Buying/Planning dan mencoba memposisikan dirinya sebagai Media Owner terbesar di dunia. Dengan banyak tool gratis, Google menawarkan keuntungan tak tertandingi bagi Pengiklan, membuatnya sangat mudah dan efisien menggunakan Google Ad Platform sehingga perlahan akan mengalahkan semua kompetisi di dunia Online Advertising. Itulah idenya. Namun, dalam praktiknya, tidak semudah itu mengumpulkan data yang sangat banyak tentang berbagai website secara akurat karena Media Owner lain melihat Google sebagai kompetisi dan jika mereka bisa melawan, mereka tidak akan membiarkan Google mengetahui informasi apapun tentang traffic situs mereka dll... Misalnya, Google tidak punya informasi tentang jaringan Yahoo di SG atau MSN.
Saat ini, menurut pendapat saya yang sederhana, Google Ad Planner belum terlalu berguna di Singapura. Hanya punya informasi tentang 250 situs (per 31Agu08). Beberapa situs terbesar dalam hal unique visitors adalah:
-
dbs.com
-
dbs.com.sg
-
streetdirectory
-
starhub
-
singnet.com.sg
-
dll...
Memang menyediakan informasi tentang portal populer untuk media planner yang lebih "malas" seperti: AsiaOne, Channel News Asia, HardWareZone, jobsdb dll... Mengejutkan, tidak ada informasi tentang YouTube atau banyak situs jejaring sosial lainnya di Singapura.
Juga, Google Ad Planner tidak punya cukup informasi untuk menentukan usia, pendidikan atau pendapatan rumah tangga untuk pasar Singapura. Saya rasa SG dianggap terlalu kecil untuk Google saat ini.
Hal yang sama untuk sebagian besar negara Asia Tenggara lainnya juga. Indonesia dan Vietnam bahkan tidak ada di daftar negara :D Saya rasa akan ada peningkatan ketika versi resmi diluncurkan.
Selain itu, Google Ad Planner tidak menyediakan informasi tentang Portal Internasional yang sering dikunjungi orang Singapura seperti angka dari Hitwise atau Ad Network manapun di wilayah ini.
Jadi saya bilang Media Planner di Singapura belum bisa menggunakan Google Ad Planner secara efektif saat ini. Kita masih perlu mengandalkan angka dari Hitwise, comScore, Ad Network (seperti Admax, Aktiv dll..) atau sumber lainnya...
Saya akan terus memberi update perkembangan dan mari kita lihat seberapa cepat Google bisa membuat perusahaan penyedia competitive intelligence usang jika memang bisa!
Selamat akhir pekan, Chandler





