Skip to content
··4 menit baca

Update online marketing di Vietnam

Setelah 8 tahun tinggal di luar negeri, saya kembali ke Ho Chi Minh dan cukup kaget melihat ekosistem online marketing yang masih tertinggal. Banyak layanan dasar bahkan sulit ditemukan di Google.

Posting ini ditulis pada tahun 2009. Beberapa detail mungkin sudah berubah sejak saat itu.

Waktu terasa cepat sekali. Sudah 3 bulan sejak saya pindah ke Ho Chi Minh City setelah 8 tahun tinggal di luar negeri. Kesan awal saya terhadap kota ini cukup oke, overall score 3/5. Makanan, para cewek, dan cuacanya bagus, tapi lalu lintasnya benar-benar berat. Tapi ini bukan hal baru, banyak orang sudah lama mengeluh soal macetnya Ho Chi Minh City.

Posting hari ini campuran antara bisnis (tentu soal lingkungan online di Ho Chi Minh) dan personal. Kalau Anda hanya ingin bagian bisnis, silakan skip bagian kedua.

Infrastruktur yang belum memadai

Memang kita tidak bisa berharap infrastruktur internet di Ho Chi Minh setara Singapura, tapi tetap saja saya harus bilang masyarakat di sini membayar mahal untuk layanan yang masih di bawah standar.

Contohnya paket internet rumah biasa di Ho Chi Minh biayanya sekitar SGD 31 per bulan. Di Singapura paket dasar sekitar SGD 60, sementara GDP per kapita Singapura di 2008 adalah SGD 53,192, sedangkan Vietnam saat itu hanya SGD 1,500++.

Selain itu koneksi internet sering tidak stabil. Saya pernah menulis beberapa keluhan soal kelemahan infrastruktur online Vietnam sejak 2008. Pemerintah/provider seharusnya membuat internet lebih murah untuk mendorong pertumbuhan.

Kondisi lalu lintas, lingkungan, dan keamanan di Ho Chi Minh memang masih seperti negara berkembang, jadi mungkin tidak perlu terlalu banyak komentar soal itu.

Kemampuan Search yang buruk

Saya berasal dari Hanoi (Vietnam Utara), jadi saat pindah dari Singapura ke Ho Chi Minh, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari layanan harian dasar lewat Google.

Masalahnya: banyak perusahaan punya website, tapi tidak bisa ditemukan di internet.

Contoh sederhana: saya butuh seminggu mencoba mencari tempat dry cleaning dekat apartemen lewat Google, tapi gagal. Akhirnya saya harus menelepon 1080 — search engine versi manusia — dan minta mereka carikan untuk saya. Sedih sekali, kan?

Mencari layanan kirim bunga/hadiah di Ho Chi Minh juga sama sulitnya. Banyak hasil organik teratas justru website berbasis di AS, dan hampir tidak ada sponsored links.

Lagi-lagi saya harus telepon 1080 dan bayar biaya telepon yang lumayan.

Mungkin skill Google saya yang kurang bagus...

Untuk layanan perbankan pun sama: banyak bank punya website yang tidak SEO-friendly, dan tidak menggunakan Paid Search (PPC) untuk promosi produk/jasa mereka.

Contoh keyword "the tin dung" (credit card dalam bahasa Vietnam), hanya dua bank yang muncul di halaman pertama (baik paid maupun organic). Dalam beberapa kasus, brand name perusahaan bahkan tidak muncul saat dicari.

Karena ini bukan perusahaan kecil, saya tidak akan sebut nama di sini.

Poin saya sederhana: kalau Anda marketing manager, salah satu hal wajib adalah cari brand name perusahaan Anda sendiri di Google. Kalau website perusahaan Anda tidak muncul paling atas, Anda perlu segera bertindak.

Tentu ada pengecualian, misalnya nama brand yang mudah tertukar dengan istilah lain. Dalam kasus itu, cara paling cepat adalah pakai Paid Search dulu sambil memperbaiki optimasi situs.

Pengalaman online dengan Lotteria Vietnam

Saya sebenarnya tidak ingin sebut nama, tapi hari ini saya pesan burger dari Lotteria.

Lotteria adalah jaringan fast food (burger, ayam, dan sejenisnya). Mereka punya banyak outlet di Vietnam (lebih dari 30 outlet di Ho Chi Minh saja), tapi websitenya benar-benar buruk.

Bagian paling penting dari website fast food — menu — tidak berfungsi! Saya coba Internet Explorer, Firefox, dan Chrome, tetap tidak bisa baca apa pun di bagian menu.

Apakah Lotteria berharap pelanggan menghafal semua menu plus harganya???

Fitur "Search for Lotteria Shop" juga tidak berfungsi baik! Yang muncul hanya daftar toko tanpa detail kontak, dan alamatnya semua dalam bahasa Inggris.

Saya bisa baca, tapi mayoritas pelanggan Lotteria adalah orang Vietnam lokal. Mereka tentu lebih nyaman bahasa Vietnam.

Positive customer experience?

Can-do business attitude

Satu hal yang saya kagumi dari bisnis di Ho Chi Minh adalah attitude ini. Banyak perusahaan tidak takut mencoba hal baru, dan kalau Anda memberi layanan bagus, mereka cenderung bertahan jangka panjang.

Karena itu, ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan di Ho Chi Minh, berbeda dengan pasar Singapura yang sangat kompetitif.

Keterbukaan ini, ditambah market yang lebih besar, sebenarnya membuat semua macet, banjir, dan tantangan lain tetap terasa worth it.

Ekonomi bisnis Search Engine Marketing

Dalam 6-9 bulan terakhir, saya makin sering memikirkan ekonomi industri kita: Search Engine Marketing. Ini bisnis baru dan jelas tidak mudah.

Tantangannya banyak, dan lingkungan bisnis di Ho Chi Minh belum tentu memudahkan.

Tapi saya pribadi merasa hal ini bisa berubah kalau kita bekerja bersama. Perusahaan perlu menyingkirkan keserakahan, kepentingan pribadi, berhenti saling merendahkan dan mencari-cari salah pihak lain, lalu bergerak ke tujuan bersama: industri SEM yang lebih sehat dan makmur.

Akan sangat bagus kalau 5 tahun dari sekarang, orang seperti saya tidak perlu kesulitan mencari layanan dasar lewat search engine seperti yang saya alami sekarang.

Catatan personal

Sekarang saya punya channel TV lokal favorit: FBNC (Financial Business News Channel).

Walau saya masih belum bisa menemukan websitenya saat mencari brand name di Google, mereka punya konten berkualitas. Programnya termasuk wawancara pebisnis ternama di Vietnam, "Toi va Vietnam" (Myself and Vietnam), analisis pasar finansial, dan lain-lain.

Beberapa tempat beer yang enak: Hoa Vien, Bia Tiep.

Pizza Hut dan KFC menurut saya kurang enak di Vietnam, terutama Pizza Hut.

Zing mp3 punya hampir semua lagu yang dicari, dengan kualitas streaming yang bagus. Sepertinya mereka ingin mengikuti jejak Baidu.

Ada restoran bernama "Lion City" di Phu My Hung, District 7, yang menjual chili crab (makanan Singapura favorit saya). Rasanya tidak sama persis, tapi lumayan mendekati chili crab Singapura yang terkenal.

Baik, itu dulu untuk hari ini. Sekarang pukul 7 malam waktu lokal, dan saya siap menonton big match malam ini: Liverpool vs MU :)

Lanjutkan Membaca

Perjalanan Saya
Terhubung
Bahasa
Preferensi