Skip to content
··2 menit baca

Gadis muda atau wanita tua?

Sejak punya anak perempuan, saya makin sadar: banyak orang hanya melihat gadis muda ATAU wanita tua pada ilusi optik terkenal ini. Mampu melihat dua sudut pandang sekaligus mungkin salah satu hadiah terbaik yang bisa saya ajarkan ke anak saya.

Sudah lama sejak posting terakhir saya. Hari ini tidak akan membahas hal teknis, saya janji :) Kali ini lebih personal.

Mungkin tidak semua orang tertarik tahu, tapi sekarang saya punya bayi perempuan yang luar biasa. Usianya hampir 5 bulan, dan dia benar-benar seperti malaikat dalam hidup kami. Sejak dia lahir, saya dan istri sering bicara soal bagaimana kami ingin membesarkannya, memberi yang terbaik yang kami bisa, karena kami menaruh harapan besar untuknya.

Setelah makan malam dan bersiap tidur, kami melihat gambar ini lagi malam ini: Optical illusion showing both a young girl and an old lady

(Buat yang sudah pernah lihat gambar ini, sabar ya)

Apa yang kamu lihat dari gambar ini? Umurnya berapa kira-kira? Apakah ini gadis muda atau wanita tua?

Istri saya ngotot bilang ini gadis muda. Saya minta dia coba lagi, siapa tahu melihat hal yang berbeda, tapi jawabannya tetap sama: gadis muda. Setelah bolak-balik empat kali, kali ini saya bilang lebih spesifik: "Yang kamu lihat itu JUGA gambar wanita TUA, sekitar usia 70-80 tahun".

Pelan-pelan saat saya tunjukkan garis wajah wanita tua itu, hidungnya, dagunya, dan seterusnya, istri saya mulai "melihat" wanita tua tersebut.

Ini mengingatkan saya saat terakhir kali saya membagikan gambar ini ke sebuah grup di resort yang indah di Vietnam. Mayoritas anggota grup baru pertama kali melihat gambar ini hari itu, dan tentu saja hasilnya sama seperti istri saya: ada yang melihat gadis cantik, ada yang melihat wanita tua.

Mereka KEDUANYA BENAR dari sudut pandang masing-masing.

Menakjubkan, bukan? Hal yang sama ada tepat di depan mata, tapi kita bisa MELIHAT hal yang sangat berbeda.

Yang lebih penting, kalau tidak ada yang menunjukkan sisi lainnya, kamu akan terus bersikeras bahwa kamu benar dan orang lain salah.

Saya selalu percaya tidak ada benar mutlak atau salah mutlak di dunia ini. Bahkan ada frase di Alkitab: "God Himself does not propose to judge a man until he is dead." Jadi kalau begitu, siapa kita sebagai manusia untuk merasa punya hak menghakimi manusia lain?

Saya juga percaya pada kejujuran dan etos kerja yang kuat. Menjadi pribadi yang bisa diandalkan/bertanggung jawab adalah sesuatu yang akan saya ajarkan pada anak saya nanti. Itu berarti kamu melakukan apa yang kamu janjikan, dan kalau gagal, kamu coba lagi.

Pada akhirnya, kami berharap saat dia besar nanti, dia bisa melihat baik gadis muda maupun wanita tua. Tidak banyak orang bisa melihat keduanya. Jadi bahkan kalau suatu hari dia belum bisa melihatnya, kami tidak akan menyalahkannya. Bukankah itu yang akan dilakukan orang tua mana pun dalam situasi yang sama?

Tidur yang nyenyak ya, Sophie. Suatu hari saat kamu sudah cukup besar untuk melihat gambar di atas, Papa akan tunjukkan lagi :) seperti dulu.

From papa with love, Chandler

Lanjutkan Membaca

Perjalanan Saya
Terhubung
Bahasa
Preferensi