Ulasan buku Likeable Social Media
Saya memberi "Likeable Social Media" nilai 8/10. Intinya sederhana: sukses di social media mirip dengan kehidupan nyata, jadilah pribadi/brand yang genuinely likeable.
Halo semuanya, sudah cukup lama sejak posting terakhir saya, saya sadar itu.
Untuk memulai lagi ritme blogging saya, saya ingin mengulas buku yang menurut saya bagus: "Likeable Social Media" karya Dave Kerpen.
Saya baru selesai membacanya, dan menurut saya ini jelas buku yang bagus untuk dibaca.
Social media berubah sangat cepat. Meski begitu, penulis berusaha menjaga isi buku tetap up to date dengan banyak platform sosial yang paling populer saat ini. Facebook memang dibahas cukup dominan, tapi buku ini bukan hanya tentang Facebook, melainkan tentang social media secara umum.
Sesuai judulnya, "Likeable Social Media", kunci suksesnya adalah menjadi likeable.
Dengan common sense dan case study yang kuat, penulis menyoroti kenapa menjadi likeable di era social media sangat penting, serta apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencapainya.
Menariknya, menjadi likeable di social media ternyata tidak jauh berbeda dengan menjadi likeable di lingkungan offline (kehidupan nyata).
Mungkin perbedaan utamanya hanya ini: sekarang setiap orang jauh lebih punya daya untuk berbagi dan menyampaikan opini lewat social media dibanding sebelumnya.
Coba lihat kasus united break guitars untuk memahami bagaimana satu kesalahan bisa ikut menurunkan harga saham perusahaan sampai 10% dan membuat pemegang saham kehilangan sekitar $180 juta.
http://www.davecarrollmusic.com/book/
Di buku ini dibahas 18 prinsip. Saya merangkumnya menjadi sekitar 12 prinsip dengan menggabungkan beberapa yang serupa.
Untuk setiap prinsip, penulis memberi action list, dan ini sangat membantu untuk orang yang mencari saran praktis.
Tentu Anda tetap perlu menyesuaikannya dengan konteks masing-masing dan tetap pakai common sense, tapi menurut saya prinsip-prinsip itu cukup aplikatif dan cukup spesifik.
Setelah membaca buku ini, mungkin ada yang bilang tidak semua prinsipnya cocok untuk Vietnam, terutama terkait transparansi dan cara merespons komentar buruk di social media.
Menurut saya, di mana pun manusia ingin diperlakukan dengan baik. Dan saat marah, pola perilakunya juga mirip di mana-mana: kita mengeluh. Makin kesal, biasanya makin keras keluhannya.
Menghapus komentar atau mengabaikan isu bukan opsi yang baik.
Menjawab komentar negatif secara terbuka lalu menangani detailnya secara privat adalah salah satu pendekatan terbaik, dan saya setuju dengan penulis di poin ini.
Kalau harus memberi nilai 1-10, saya beri "Likeable Social Media" nilai 8.
Silakan baca, lalu beri tahu saya apakah Anda setuju?
Terima kasih, Chandler
Disclaimer: Saya tidak punya hubungan bisnis dengan penulis buku ini, dan saya juga tidak mengenalnya secara personal. Ulasan di atas murni dari sudut pandang pribadi.