Skip to content
··2 menit baca

Apakah Anda terlahir sebagai manajer "alami"?

Tidak ada yang terlahir langsung bisa memimpin orang. Mengelola dinamika, struktur, dan pengembangan tim jauh lebih kompleks daripada sekadar jago teknis atau akrab dengan tim.

Keahlian manajemen tim sangat penting bagi keberhasilan setiap manajer, karena manajer dituntut bekerja bersama sekelompok anggota untuk menuntaskan pekerjaan. Namun, jika Anda manajer baru, ini bisa terasa sangat membuat frustrasi. Anda terus bertanya-tanya mengapa anggota tim tidak berpikir seperti Anda, tidak memiliki nilai, minat, atau perilaku yang sama.

Banyak orang juga keliru menganggap keunggulan teknis otomatis membuat seseorang hebat dalam mengelola tim. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Tidak ada yang lahir sebagai pemimpin/manajer alami. Jadi, apa yang bisa Anda lakukan?

Anda perlu "belajar" bekerja dengan orang lain: bagaimana mengorganisasi mereka menjadi unit yang efektif, membagikan visi/tujuan, dan bekerja bersama tim untuk mewujudkannya, serta banyak hal lainnya. Cara terbaik belajar adalah melalui pengalaman kerja langsung, membaca, dan coaching. Karena itu, penting memiliki role model untuk diteladani, idealnya atasan langsung Anda karena ia berbagi konteks harian yang sama.

Sebagian manajer mengira mengelola tim itu sekadar nongkrong/bersenang-senang dengan tim, atau melatih anggota untuk tugas tertentu. Padahal jauh lebih luas. Melalui tulisan ini, saya berharap bisa meningkatkan awareness tentang beberapa aspek kunci berikut:

  • Misi/tujuan tim: Pahami atau bangun business case mengapa tim Anda perlu ada. Bagaimana tim Anda masuk ke organisasi yang lebih besar? Bagaimana tim membantu mewujudkan misi organisasi?
  • Struktur dan ukuran tim:
    • Seberapa besar tim Anda seharusnya? Dan bagaimana justifikasinya?
    • Struktur tim atau cara kerja seperti apa yang tepat: satu lokasi vs banyak kantor/zona waktu? Seberapa sering ini perlu diubah?
  • Membangun tim
    • Apakah Anda punya kemampuan interview yang memadai atau proses interview tertulis untuk memastikan anggota yang tepat bergabung?
    • Apakah Anda mempertimbangkan dinamika tim, kepribadian/gaya kerja yang berbeda dalam tim? Apakah mereka saling melengkapi atau saling bersaing?
    • Bagaimana Anda membangun trust dengan tim?
    • Apakah mereka mengikuti arahan Anda hanya karena Anda atasan mereka?
  • Perkembangan tim:
    • Bagaimana pendekatan Anda untuk training dan pengembangan?
    • Apakah Anda punya rencana pelatihan? Apakah skalabel?
    • Apakah Anda memberi feedback kinerja secara rutin?
    • Bagaimana Anda menetapkan KPI/menjalankan performance review?
    • Apa pendekatan Anda untuk progression anggota tim? Bagaimana Anda tahu seseorang siap dipromosikan?
  • Membuat kesalahan: kita belajar lewat kesalahan. Namun, tidak semua kesalahan sama, dan tidak semua manajer menanganinya dengan cara yang sama. Apa pendekatan Anda? Masih ingat kapan terakhir Anda menangani kesalahan serius?

Daftarnya bisa panjang sekali, tetapi semoga Anda menangkap gambaran besarnya. Jika Anda ingin menjadi manajer yang lebih baik, salah satu hal terpenting adalah membangun "keinginan belajar yang mendalam dan kuat, serta tekad yang kokoh untuk meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan orang" (Dale Carnegie dalam buku klasiknya, "how to win friends and influence people"). Selain itu, saya juga merekomendasikan "High Output management" karya Andy Grove. Setuju atau tidak?

Salam,

Chandler

Lanjutkan Membaca

Perjalanan Saya
Terhubung
Bahasa
Preferensi