Skip to content
··2 menit baca

Apakah tim Anda benar-benar percaya, menghormati, dan yakin pada Anda?

Setelah banyak kesalahan saat memimpin tim, saya sadar trust, respect, dan confidence tidak otomatis datang dari jabatan. Itu harus benar-benar diperoleh.

Baru-baru ini saya ditanya soal kriteria utama yang saya pakai untuk menilai people manager yang baik.

Jujur, ini bukan pertanyaan mudah. Menjadi people manager yang baik itu butuh banyak hal, dan pasti butuh waktu bertahun-tahun untuk belajar dan praktik. Saya juga bukan ahli di area ini, jadi komentar/feedback sangat welcome.

Kalau saya refleksi perjalanan saya selama ini (termasuk segudang kesalahan), jawaban singkat saya adalah: pada level paling fundamental, kalau tim Anda tidak percaya, tidak menghormati, atau tidak punya keyakinan pada Anda, maka Anda belum jadi people manager yang baik.

Kenapa? Karena buat saya trust, respect, dan confidence adalah fondasi dari setiap hubungan antarmanusia. Kalau fondasi ini tidak ada, sebenarnya relasinya belum sehat sejak awal.

Kedengarannya simpel, tapi Anda akan kaget betapa sulitnya benar-benar mendapatkan trust, respect, dan confidence dari anggota tim.

Ya, Anda harus mendapatkannya. Itu tidak otomatis datang bersama title atau seniority. Itu datang dari tindakan nyata: menunjukkan kepedulian, menepati janji, jadi coach yang membantu, bersikap adil, dan memberi masukan yang konstruktif.

Kalau tim merasa Anda bilang A ke mereka tapi bilang B ke atasan Anda, trust dan respect akan hilang dengan cepat. Kalau Anda tidak berdiri untuk mereka, untuk hal yang Anda yakini, dan terlalu takut pada atasan, respect juga hilang. Kalau mereka tidak melihat Anda sebagai orang yang bisa dipelajari, confidence tim juga tidak ada.

Kalau Anda mengabaikan tim lama sekali lalu datang hanya saat butuh sesuatu selesai, lagi-lagi trust dan respect hilang.

Sebaliknya, meski Anda rutin bicara (misalnya weekly 1:1), kalau tidak ada follow-through atau mereka tidak merasa didengar/tidak mendapat arahan, tetap tidak akan jalan.

Jadi bagaimana tahu apakah tim benar-benar percaya, menghormati, dan yakin pada Anda?

Jawaban ini mungkin bikin frustrasi, tapi ya: kalau Anda jujur ke diri sendiri, biasanya Anda tahu.

Sinyal lain yang lebih terlihat: anggota tim mulai tidak terbuka ke Anda saat punya masalah, atau mulai lebih sering mencari manajer lain. Atau Anda tahu ada masalah dari grapevine, tapi ketika ditanya langsung, tim bilang semuanya baik-baik saja.

Apakah saya harus jadi people manager yang baik agar sukses dalam karier/hidup?

Saya tidak punya jawaban mutlak. Atau lebih tepatnya, saya sudah melihat dan membaca cukup banyak contoh orang yang buruk dalam people management tapi tetap sukses dalam karier/hidup, jadi tampaknya memang "tidak harus".

Tapi kalau Anda ingin jadi bagus dalam people management, itu bisa butuh waktu bertahun-tahun. People management adalah spesialisasi, sama seperti belajar coding, menjalankan marketing campaign, jadi dokter, pengacara, dan lainnya.

Langkah pertama dan paling fundamental adalah keinginan yang kuat: "a deep, driving desire to learn, a vigorous determination to increase your ability to deal with people" (Dale Carnegie - "How to Win Friends and Influence People").

Terima kasih sudah membaca pemikiran saya yang masih "raw" ini, saya tidak akan bikin Anda bosan lebih panjang lagi :)

Semoga akhir pekan Anda menyenangkan, Chandler

Lanjutkan Membaca

Perjalanan Saya
Terhubung
Bahasa
Preferensi