Skip to content
··4 menit baca

Mendaftarkan Anak di Sekolah AS: Panduan untuk Keluarga Internasional

Menavigasi sistem sekolah AS sebagai keluarga internasional berarti memahami tiga jenis sekolah, membuktikan tempat tinggal, dan memenuhi persyaratan spesifik negara bagian—ini yang perlu kamu ketahui.

Ketika kami pindah dari Singapura ke Bay Area, salah satu hal yang membuat saya terjaga di malam hari adalah sekolah Sophie. Dia sudah berada di sistem yang saya pahami — saya tahu cara kerjanya, apa yang bisa diharapkan, seperti apa yang "bagus". Sistem pendidikan AS? Saya sama sekali tidak tahu.

Saya harus mengakui, seluruh prosesnya terasa terlalu rumit pada awalnya. Setiap negara bagian punya aturan berbeda, setiap distrik sekolah punya proses pendaftarannya sendiri, dan tidak ada yang memberikanmu satu dokumen yang bilang "begini cara kerjanya." Jadi saya harus menyatukannya sendiri, dan saya berbagi apa yang saya pelajari kalau-kalau bisa menghemat stres orang tua ekspatriat lain.

Memahami sistem pendidikan AS

Hal pertama yang perlu diketahui adalah bahwa sistem pendidikan AS bersifat desentralisasi — setiap negara bagian menetapkan hukum dan regulasinya sendiri. Ini berarti apa yang berlaku di California mungkin tidak berlaku di Texas atau New York. Dalam kerangka itu, ada tiga jenis utama sekolah:

Sekolah negeri (public schools) gratis dan terbuka untuk semua siswa yang tinggal dalam batas distrik. Di sinilah kebanyakan anak bersekolah, dan di sinilah Sophie akhirnya bersekolah.

Sekolah swasta (private schools) memungut biaya sekolah dan biasanya punya proses penerimaan. Biaya sekolah bisa berkisar dari beberapa ribu hingga puluhan ribu dolar per tahun.

Charter schools didanai publik tapi dioperasikan secara independen — didirikan oleh guru, orang tua, atau kelompok masyarakat. Biasanya gratis tapi mungkin punya persyaratan tambahan.

Ada tiga tingkatan: elementary (K-5), middle (6-8), dan high school (9-12). Standar kurikulum bervariasi per negara bagian, yang menurut saya mengejutkan datang dari tempat di mana kurikulum nasional ya kurikulum nasional.

Proses pendaftaran (yang kami alami sebenarnya)

Berikut seperti apa prosesnya bagi kami, langkah demi langkah:

  1. Tentukan zona sekolahmu. Kalau kamu memilih sekolah negeri, alamat rumahmu menentukan sekolah mana yang dihadiri anakmu. Ini krusial — saya sangat menyarankan untuk mengecek sekolah yang tersedia sebelum kamu menentukan sewa atau pembelian rumah. Pencarian Google cepat untuk distrik sekolahmu biasanya akan memberikan peta zona. Khusus untuk California, halaman ini dari California Department of Education punya instruksinya.

  2. Daftar online. Kebanyakan distrik sekolah punya website di mana kamu bisa memulai proses pendaftaran. Kami melakukannya sepenuhnya online, yang lebih mudah dari yang saya kira.

  3. Buktikan tempat tinggalmu. Kamu perlu menunjukkan bahwa kamu tinggal di dalam distrik sekolah. Tagihan utilitas (telepon, listrik, air), perjanjian sewa, rekening koran, atau SIM biasanya bisa dipakai. Bagian ini agak stres bagi kami karena kami masih settling in — kami harus buru-buru mendapatkan tagihan utilitas dengan alamat kami.

  4. Penuhi persyaratan usia. Anak-anak umumnya perlu berusia minimal lima tahun sebelum 1 September untuk memulai TK (bervariasi per negara bagian). Kamu mungkin perlu menyediakan akta kelahiran (atau terjemahan yang dilegalisir), paspor, atau catatan sekolah sebelumnya.

  5. Catatan imunisasi dan kesehatan. Anakmu perlu sudah lengkap imunisasi yang diperlukan. Karena keluargamu pindah dari luar negeri, saya merekomendasikan untuk menemui dokter anak sesegera mungkin setelah tiba. Tunjukkan catatan imunisasi anakmu dari negara asal — mereka akan memberi tahu kamu jika ada vaksin tambahan yang diperlukan. Kami harus mendapat beberapa suntikan tambahan untuk Sophie, yang bukan masalah besar tapi bagus untuk diketahui sebelumnya.

  6. Cek jadwal pendaftaran. Jadwal ini bervariasi per distrik tapi biasanya jatuh di musim semi atau musim panas untuk tahun ajaran berikutnya. Meski begitu — dan ini menenangkan — sekolah negeri diwajibkan oleh hukum untuk menerima anakmu jika kamu tinggal di distrik tersebut. Kami tiba di tengah tahun ajaran, dan sekolah menilai Sophie dan menempatkannya di kelas yang sesuai tanpa drama.

  7. Riset dan pilih dengan bijak. Kalau kamu di California, California School Dashboard adalah sumber yang sangat baik. Kamu bisa melihat tingkat kelulusan, nilai matematika dan Bahasa Inggris, komposisi etnis, dan data lain untuk setiap sekolah. Saya menulis postingan blog tentang cara menggunakan dashboard kalau kamu mau panduan langkahnya.

Seperti apa kehidupan sekolah sebenarnya

Hari sekolah biasanya berlangsung dari sekitar pukul 8:00 atau 9:00 pagi hingga 14:30 atau 15:00. Mata pelajarannya meliputi matematika, sains, Bahasa Inggris, dan ilmu sosial, ditambah pilihan seperti musik dan seni, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga dan klub.

Perbedaan terbesar yang saya perhatikan dibandingkan sistem pendidikan Asia adalah penekanan pada individualisme dan ekspresi diri. Guru secara aktif mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi kelas dan berbagi pendapat mereka. Siswa dinilai berdasarkan partisipasi kelas, bukan hanya ujian. PR ada tapi keseimbangannya terasa lebih wajar dari yang saya ingat dari masa sekolah saya di Vietnam.

Saya awalnya agak gugup dengan pendekatan ini — datang dari budaya pendidikan Asia yang menekankan disiplin dan kinerja ujian. Tapi melihat Sophie mendapatkan kepercayaan diri dalam mengekspresikan diri, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan benar-benar menikmati pergi ke sekolah... saya pikir ada nilai nyata di sistem ini. (Mungkin saya salah tentang hasil jangka panjangnya, tapi sejauh ini saya terkesan.)

Kalau bahasa Inggris bukan bahasa pertama anakmu, jangan panik. Banyak sekolah menawarkan program ESL (English as a Second Language), dan dari pengalaman saya, anak-anak beradaptasi dengan bahasa baru sangat cepat. Sophie menguasai idiom bahasa Inggris Amerika dalam hitungan minggu — kadang mengoreksi saya, yang lucu sekaligus sedikit menyebalkan :P

Biaya pendidikan

Sekolah negeri gratis. Charter schools biasanya gratis. Sekolah swasta bisa mahal — berkisar dari beberapa ribu hingga puluhan ribu per tahun, dengan bantuan keuangan dan beasiswa yang tersedia.

Di luar biaya sekolah, ada biaya insidental: perlengkapan sekolah, transportasi (beberapa distrik menyediakan bus, beberapa tidak), dan sesekali biaya field trip. Ini bisa dikelola tapi layak untuk dianggarkan.

Sumber daya untuk keluarga internasional

Banyak sekolah menawarkan layanan siswa internasional, termasuk program orientasi, dukungan bahasa, dan program penyesuaian budaya. Sekolah kami punya koordinator penyambutan yang memandu kami melewati segalanya pada hari pertama, yang sangat saya hargai.

Pusat komunitas sering menjalankan program orientasi budaya juga. Dan terhubung dengan orang tua internasional lain di sekolah sangat berharga — mereka memahami persis apa yang kami alami dan punya tips praktis yang tidak bisa diberikan website mana pun.

Mendaftarkan Sophie di sekolah adalah salah satu bagian yang paling membuat stres dari perpindahan kami, tapi melihat ke belakang, hasilnya lebih baik dari yang saya takutkan. Kuncinya adalah mulai riset lebih awal, banyak bertanya (kantor sekolah selalu membantu ketika saya menelepon), dan percaya bahwa anakmu mungkin akan menyesuaikan diri lebih cepat dari yang kamu kira.

Bagaimana pengalamanmu mendaftarkan anak-anakmu di sekolah AS? Ada tips atau kejutan yang ingin dibagikan?

Salam,

Chandler

P.S. Saya baru-baru ini membuat grup di Facebook bernama Asian Expats in the US supaya kita bisa berbagi dan mendiskusikan lebih banyak tips secara langsung. Silakan bergabung.

Lanjutkan Membaca

Perjalanan Saya
Terhubung
Bahasa
Preferensi