Skip to content
··1 menit baca

Review buku Hillbilly Elegy - dari perspektif expat di AS

Setelah tinggal lebih dari setahun di AS, buku ini membantu saya memahami konteks sosial-budaya white working class yang sering luput jika hanya membaca berita.

Sebagai expat di Amerika Serikat, kita sering berusaha memahami nuansa masyarakat AS, budaya lokal, dan fondasi American Dream.

Buku laris New York Times karya J.D. Vance, "Hillbilly Elegy", memberi gambaran mendalam tentang kehidupan white working-class di Rust Belt, sekaligus konteks sosial-ekonomi-budaya yang membentuk kelompok ini.

Seorang teman merekomendasikan buku ini setelah saya bilang bahwa setelah lebih dari satu tahun tinggal di AS, saya mulai memahami kenapa hampir setengah negara ini memilih kandidat Republik di pemilu terakhir.

Sebelum tinggal di sini, saya tidak benar-benar paham itu hanya dari konsumsi berita. Saat membaca memoar ini, saya beberapa kali merinding, yang buat saya tanda kuat bahwa narasinya terasa sangat relevan.

Pada intinya, Hillbilly Elegy adalah memoar yang sangat personal.

J.D. (mantan marinir dan lulusan Yale Law School) menceritakan masa kecilnya di Appalachia, khususnya Middletown, Ohio, dengan latar kemiskinan, adiksi, dan minim peluang.

Saat road trip melintasi berbagai small towns di AS, saya dan keluarga juga sering bertanya: bagaimana warga di kota-kota kecil ini mempertahankan hidup?

Buku ini membantu memberi konteks nyata untuk pertanyaan itu.

J.D. juga membahas nilai budaya komunitas Appalachia: loyalitas, kehormatan, daya tahan.

Nilai-nilai ini bisa menjadi kekuatan, tapi juga bisa menjadi pedang bermata dua, karena kadang memperkuat siklus kemiskinan dan adiksi.

Narasi J.D. membuka sisi budaya "hillbilly" yang sering disalahpahami dari luar.

Apakah saya percaya 100% semua detail dalam buku ini? Mungkin tidak. Bahkan J.D. sendiri mengakui keterbatasan ingatan terhadap sebagian detail.

Tetapi secara keseluruhan, saya mendapatkan gambaran kuat tentang asal-usul, komunitas, dan pesan besarnya. Buku ini mentah, dan kadang bahasa yang dipakai terasa tidak nyaman.

Ketika saya pertama kali menulis review ini, J.D. adalah senator Ohio. Pada Januari 2025, ia dilantik menjadi Wakil Presiden AS ke-50.

Saya sendiri belum meneliti detail posisi kebijakannya secara menyeluruh. Namun itu tidak menghalangi saya merekomendasikan bukunya, terutama untuk expat yang ingin memahami konteks sosial AS dengan lebih dalam.

Semoga Anda menikmati buku ini seperti saya.

Apakah Anda sudah membaca Hillbilly Elegy? Apakah buku ini mengubah cara Anda melihat cultural divide di AS, terutama sebagai orang luar?

Salam,

Chandler

Lanjutkan Membaca

Perjalanan Saya
Terhubung
Bahasa
Preferensi