Buku digital marketing untuk Vietnam
Saya menulis buku praktis digital marketing untuk Vietnam, dari fondasi sampai level menengah, termasuk mitos-mitos SEM yang sering salah dipahami.
Posting ini ditulis pada tahun 2013. Beberapa detail mungkin sudah berubah sejak saat itu.
Halo semuanya,
Sebagian dari kalian mungkin sudah tahu bahwa saya sedang menulis buku tentang digital marketing di Vietnam. Buku ini ditujukan untuk:
- yang baru mulai di digital marketing,
- yang ingin beralih dari marketing tradisional ke digital,
- dan siapa pun yang ingin memahami lanskap digital Vietnam lebih dalam.
Saya menulisnya dalam bahasa Inggris terlebih dulu karena menurut saya kemampuan bahasa Inggris sangat penting untuk berkembang di industri ini. Tapi saya tetap memakai gaya bahasa santai dan mudah dipahami. Versi Vietnam kemungkinan hadir belakangan tergantung permintaan.
Topik yang akan dibahas
- Gambaran digital marketing di US, UK, SG, China, dan Vietnam
- Lanskap digital marketing di Vietnam
- Dunia agency di Vietnam: grup internasional besar, agency independen, agency lokal
- Saran umum untuk belajar digital marketing
- Hal-hal penting tentang website/microsite
- Digital analytics
- Search engine marketing
- Display media
- Video marketing
- Mobile marketing
- Social media
- CRM
- Commerce
- Digital strategy
Tujuan buku ini adalah memberi fondasi dasar, plus pengetahuan menengah, dan arah belajar lanjutan.
Di setiap bab, saya berusaha menjawab:
- Kenapa bab ini penting?
- Kapan dan bagaimana menerapkannya?
- Miskonsepsi yang sering terjadi di pasar
- Cara kerjanya
- Biaya yang perlu dipertimbangkan
Saat itu saya sudah menulis sekitar 150 halaman, dan memperkirakan masih ada 100-120 halaman lagi. Saya juga berencana mempublikasikan sebagian isi buku di blog ini agar bisa memberi nilai langsung.
Untuk posting hari ini, saya bagikan ringkasan tentang mitos umum Search Engine Marketing:
1. “Punya hubungan khusus dengan Google” bisa membuat iklan selalu di posisi teratas
Ini mitos. Peringkat iklan ditentukan oleh formula/algoritma (ad rank), bukan relasi personal.
2. Spend Google Ads membantu ranking organik
Ini juga tidak benar. Hasil organik tidak dijual. Jika ranking organik bisa dibeli lewat spend ads, kualitas mesin pencari akan rusak dan pengguna akan pindah ke platform lain.
3. Ada software khusus yang otomatis menaikkan ranking organik
Klaim seperti ini biasanya tidak realistis. Kalau benar semudah itu, keunggulannya akan cepat hilang karena semua orang bisa meniru. Pada akhirnya, praktik spam justru berisiko memberi hasil jangka pendek yang tidak berkelanjutan.
4. Keyword di domain sangat menentukan ranking
Pengaruhnya ada, tetapi bukan faktor penentu utama. Bobot faktor ini juga dapat disesuaikan oleh mesin pencari dari waktu ke waktu.
Masih banyak mitos lain, dan ini baru sebagian. Silakan berbagi kalau Anda setuju/tidak setuju.
Chandler


