Skip to content
··2 menit baca

Apa SATU hal yang ingin saya bagikan ke pemula?

Setelah 10 tahun di SEM, saya sadar pelajaran terpenting bukan soal keyword atau tools, tapi memahami manusia di balik setiap search query.

Baru-baru ini saya ditanya: kalau saya harus mengajarkan semua yang saya tahu tentang Search Engine Marketing ke seseorang yang benar-benar baru, apa hal pertama yang akan saya ajarkan?

Saya suka pertanyaan seperti ini karena memaksa kita berpikir keras. Dari begitu banyak hal yang bisa dibahas, mana yang paling fundamental sekaligus paling krusial?

Bagi saya, ini BUKAN soal cara melakukan keyword research, bukan soal belajar pakai keyword planner atau Google Trends, bukan juga best practices menulis ad copy, reporting interface, click vs visit, dan seterusnya.

Satu hal yang ingin saya tekankan sejak awal adalah pemahaman, atau lebih tepatnya apresiasi, bahwa di balik setiap search query, di balik setiap ad click, ada manusia nyata dengan harapan, ketakutan, kecemasan, tujuan pribadi, dan emosi lain.

Apa yang sebenarnya kita coba lakukan sebagai search engine marketing specialist, digital marketer, atau marketer pada umumnya, adalah meyakinkan seseorang untuk melakukan sesuatu, membantu mereka mengeksplor hal baru, membantu mereka bergerak dari titik A ke titik B (A dan B bisa apa saja: dari membeli online, mendaftar kartu kredit baru, sampai membaca artikel).

Karena itu, sangat penting memahami bagaimana mereka bergerak dari A ke B. Apakah perjalanannya lurus atau lompat-lompat? Kenapa mereka peduli dengan A dan B? Bagaimana mereka mengambil keputusan?

Best practices keyword research, ad copy, atau deep linking tidak akan banyak berarti kalau kita tidak menghargai bahwa yang sedang bekerja di sini adalah psikologi manusia.

Jujur saja, saya tidak benar-benar menghargai fakta itu saat pertama mulai pakai Google AdWords sekitar 9-10 tahun lalu. Bahkan setelah 2-3 tahun pertama di Performance Media pun saya belum benar-benar paham. Buat saya waktu itu semuanya hanya angka, clickstream data dalam jumlah besar, analytics, fokus ke WHAT, dan latest bid management tools.

Saya berkali-kali membaca dari berbagai sumber bahwa kita harus memahami audience insights, tapi kenyataannya saya tidak benar-benar menghayatinya (alasan klasik saya: tidak ada waktu).

Begitu saya mulai benar-benar mengapresiasi hal sederhana ini, saya merasa menjadi manusia yang lebih baik dan digital marketer yang jauh lebih baik.

Jadi kalau kamu baru mulai, saya harap kamu bisa memahami ini lebih cepat daripada saya (atau mungkin kamu sudah paham dari awal, kalau begitu YAY!).

Itu saja dari saya, posting sangat singkat hari ini :)

Salam, Chandler

Lanjutkan Membaca

Perjalanan Saya
Terhubung
Bahasa
Preferensi