Dampak ekonomi Covid-19 pada Tiongkok dan dunia
Diskusi Kevin Rudd dan Daniel Rosen membantu melihat dampak Covid-19 pada ekonomi Tiongkok secara lebih jernih, rasional, dan berbasis kerangka analitis.
Posting ini ditulis pada tahun 2020. Beberapa detail mungkin sudah berubah sejak saat itu.
Jika Anda pembaca rutin blog ini, Anda tahu saya penggemar Kevin Rudd, mantan Perdana Menteri Australia. Saat itu beliau menjabat presiden Asia Society Policy Institute.
Saya selalu menilai insight Kevin tentang Tiongkok sangat bernas dan layak didengar.
Saat Covid-19 menyebar global, saya banyak bertanya: apa artinya untuk Tiongkok, rakyatnya, ekonominya, agenda reformasinya, dan posisinya di dunia?
Kevin bersama Daniel Rosen (founding partner Rhodium Group) memberi talk yang sangat baik di New York: "The Economic Impact of Coronavirus" (durasi sekitar 90 menit).
Mereka mencoba menghadirkan "light rather than heat", agar publik punya "informed and rational view of what is going on".
Dan menjelaskan kerangka analitis di balik "China Dashboard - tracking China's economic reforms".
Proyek Dashboard ini dirancang untuk mengukur implementasi target reformasi Tiongkok pada 10 domain kebijakan kunci bagi pertumbuhan jangka panjang, dengan prinsip:
- indikator harus masuk akal untuk berbagai pihak,
- fokus pada outcome nyata, bukan sekadar janji kebijakan,
- hasil harus mudah diakses, bukan hanya untuk ekonom.
Dan serta tim Rhodium melangkah jauh melampaui data superfisial.
Dan Kevin juga memberi insight menarik tentang WHO: cara kerja lembaga ini dan pesan yang coba disampaikan ke dunia maupun pemerintah.
Selain itu, Kevin mengingatkan pentingnya menolak rasisme terhadap warga Asia, khususnya warga Tiongkok, di tengah pandemi. Ia juga memberikan nasihat ekonomi untuk Presiden AS di sini.
Semoga Anda menikmati talk ini seperti saya.
Chandler



