Tanggapan untuk Mengapa Agensi Tidak Memahami Digital
Agensi disalahkan karena tidak memahami digital, tapi saya sudah melihat hambatan yang sebenarnya: klien hanya menghabiskan 2-5% untuk digital tanpa manajer berpengalaman untuk memperjuangkannya.
509 posts about AI, learning, and building products
Agensi disalahkan karena tidak memahami digital, tapi saya sudah melihat hambatan yang sebenarnya: klien hanya menghabiskan 2-5% untuk digital tanpa manajer berpengalaman untuk memperjuangkannya.
Saya mulai berkontribusi ke iMedia Connection lewat seri 4 bagian digital survival guide untuk membantu marketing manager menavigasi kenaikan anggaran digital saat masa resesi.
Saya sudah melacak evolusi digital Singapore sejak 2007, dan meskipun penetrasi internet 68% terlihat tinggi, membandingkannya dengan 25 juta pengguna Indonesia mengungkap insight mengejutkan tentang pasar online Asia Tenggara.
Dari survei 263 eksekutif MNC dengan revenue $500M+, laporan Economist ini mengungkap paradoks yang mencolok: 62% memprioritaskan brand building namun 49% mengukur ROI hanya dari data penjualan.
AIG menghabiskan banyak uang untuk iklan cetak yang mengklaim keandalan, namun mereka tidak terlihat di tempat yang paling penting: ketika 110.000 pelanggan yang khawatir mencari mereka secara online.
Saya hampir kena serangan jantung saat melihat Expanded Match Google memicu iklan untuk kata kunci yang tidak relevan. Inilah alasan Search Query Report wajib dicek setiap minggu.
Jika saya menjalankan iklan pencarian Yahoo, saya akan memperbaiki targeting mereka yang rusak yang menghalangi pengiklan menampilkan iklan—karena ketika iklan tidak muncul, tidak ada yang klik dan Yahoo mendapat $0.
Saya menghabiskan berjam-jam mengumpulkan data pangsa pasar search engine dari 13 pasar global, mengungkap pemenang regional yang mengejutkan seperti dominasi 80% Yahoo di Hong Kong dan cengkeraman 77% Naver di Korea.
SEO di 2009 akan bergeser dari sekadar mengejar ranking ke pengukuran hasil nyata, seperti konversi, loyalitas pelanggan, dan personalisasi berbasis intent yang membutuhkan web analytics.
Sebagai orang Vietnam yang tinggal di Singapura selama 6+ tahun, saya berbagi tips insider untuk menavigasi perjalanan bisnis ke Ho Chi Minh City—dari taksi terpercaya hingga budaya meeting.
Setelah bertahun-tahun bekerja dengan klien dari UKM hingga perusahaan multinasional, saya sadar kita selalu membahas apa yang membuat agensi ideal—tapi bagaimana dengan klien yang ideal?
Saya menganalisis interface Streetdirectory.com yang berantakan dan angka traffic-nya yang mengejutkan—ternyata 330k+ pengunjung mentoleransi desain yang semrawut, mengungkap apa yang sebenarnya dikatakan metrik engagement tentang UX.