Iklan display online di Singapura
Saya membahas cara memaksimalkan display advertising di Singapura, dari format banner dan model pricing hingga strategi targeting agar kampanye lebih efektif.
501 posts about AI, learning, and building products
Saya membahas cara memaksimalkan display advertising di Singapura, dari format banner dan model pricing hingga strategi targeting agar kampanye lebih efektif.
Studi Deloitte menunjukkan iklan offline terasa lebih tidak mengganggu, sementara digital unggul dalam mendorong traffic dan ROI. Kuncinya bukan memilih salah satu, tetapi menggabungkan keduanya secara strategis.
Survei JupiterResearch kembali menempatkan Google sebagai brand online paling disukai, dengan perbedaan profil demografis menarik antara pengguna Google dan Yahoo.
Meski penetrasi internet Singapura tinggi, banyak bisnis saat itu masih "mengemudi tanpa dashboard" karena belum menggunakan web analytics untuk memahami perilaku pengunjung dan ROI.
Dari pengamatan saya, konversi MSN Search bisa lebih baik daripada Google atau Yahoo. Namun di Singapura adopsinya rendah karena volume pencarian kecil dan agensi jarang mendorong kanal ini.
Yahoo Search di Singapura saat itu menggunakan model CPM, bukan CPC seperti Google. Model ini membuat pendekatannya sangat berbeda dalam fleksibilitas, pengukuran performa, dan skalabilitas bagi pengiklan.
Google Adwords membantu brand menampilkan iklan yang relevan kepada pengguna yang memang sedang mencari produk/jasa terkait, sehingga lebih efisien untuk menghasilkan lead dibanding banyak media tradisional.
Saya sudah lama menggunakan Google Adwords dan sangat menyukai fleksibilitas produknya: bisa uji strategi seketika, menjalankan iklan lintas negara dari satu platform, dan menjangkau jutaan orang dalam hitungan menit.
Pasar iklan online Singapura baru benar-benar melesat sekitar 2 tahun lalu. Di tulisan ini saya membahas gambaran awalnya, termasuk dominasi Google dan model CPM unik Yahoo untuk iklan berbasis keyword.