
5 Buku Paling Berpengaruh yang Saya Baca di 2018
Dari belajar berpikir dalam skala waktu ratusan ribu tahun hingga menemukan optimisme berbasis data, kelima buku ini secara fundamental mengubah cara saya melihat dunia dan pekerjaan.
25 posting dalam kategori ini

Dari belajar berpikir dalam skala waktu ratusan ribu tahun hingga menemukan optimisme berbasis data, kelima buku ini secara fundamental mengubah cara saya melihat dunia dan pekerjaan.

Menjadi kontributor individu yang brilian tidak otomatis menjadikan Anda manajer yang hebat—itu adalah spesialisasi yang membutuhkan bertahun-tahun latihan dan keinginan kuat untuk belajar.
Saya menemukan prinsip-prinsip Ray Dalio tentang transparansi radikal dan siklus utang, yang mengubah cara saya berpikir tentang pengambilan keputusan dan membangun portofolio yang tangguh.
Buku-buku Harari membawa saya menelusuri perjalanan 70.000 tahun sejarah manusia hingga masa depan keabadian dan keilahian—secara fundamental mengubah cara saya memandang kehidupan singkat kita saat ini.
Visi Jeremy Rifkin tentang revolusi industri ketiga mengubah cara saya melihat perubahan iklim, arah investasi jangka panjang, dan pilihan hidup sehari-hari.
Buku "Quiet" karya Susan Cain memadukan neuroscience dan kisah nyata untuk menunjukkan kekuatan tersembunyi para introvert. Buat saya, buku ini memberi izin untuk lebih menerima sisi tenang dalam diri sendiri.
Kebiasaan bisa diubah jika kita paham cara kerjanya. Buku ini menggabungkan sains, contoh nyata, dan saran praktis dengan sangat baik, dan itu mengubah cara saya melihat pekerjaan saya.
Buku marketing berbasis data ini menantang banyak asumsi dasar saya tentang loyalitas pelanggan, mass marketing, dan pertumbuhan brand.
Saya menemukan panduan yang tepat untuk belajar storytelling tingkat tinggi sekaligus tips menulis yang praktis: komprehensif, mudah dibaca, dan tiap aturannya ringkas.
Buku klasik Andy Grove ini memberi kerangka manajerial yang sangat praktis dan masih relevan hingga kini, dari produktivitas manajer sampai desain meeting dan sistem KPI.
Pengingat klasik Dale Carnegie bahwa senyum itu gratis namun berdampak besar terasa makin relevan saat hiruk-pikuk akhir tahun, terutama bagi mereka yang kelelahan untuk memberikannya.
Buku ini menjelaskan mengapa konten bisa menyebar lewat kerangka STEPPS, sekaligus menegaskan bahwa platform bukan strategi: virality dimulai dari ide dan pesan yang tepat.